Home Ekonomi Harga Kopi Rendah, Petani di Lambar Lebih Pilih Simpan Hasil Panen

Harga Kopi Rendah, Petani di Lambar Lebih Pilih Simpan Hasil Panen

161
0
SHARE

Jejama.com, Harga Kopi Rendah, Petani di Lambar Lebih Pilih Simpan Hasil Panen – Anjloknya harga kopi ditingkat petani yakni berkisar Rp19-21 ribu rata-rata setiap musim. Membuat petani lebih memilih menyimpan hasil panennya.

Tahun ini harga Rp19-21 ribu/kg, itu masih lumayan ketimbang dua tahun lalu yang harganya justru hanya Rp17 ribu/kg,” kata Yulianti (45) petani kopi di Way Mengaku, Balikbukit, Lampung Barat, Senin (3/9/2018).

Sejak beberapa tahun ini terlebih saat musim panen tiba harga kopi selalu rendah yaitu hanya berkisar Rp19-21 ribu/kg. Untuk mendapatkan harga yang lebih, maka petani lebih memilih menyimpan hasil panen sebagai tabungan.

Akan tetapi sebagian besar petani karena hanya bergantung dengan hasil kebunnya, maka mau tidak mau hasil panen harus dijual guna memenuhi kebutuhan hidup.

Kita memang berharap harga bagus kembali seperti dulu tapi ini semua bergantung dengan pasaranya,” kata Yulianti.

Sementara Wanto warga Pekon Lumbok, Kecamatan Lumbok Seminung mengaku, harga kopi pada musim panen tahun ini bervariasi bergantung dengan Kualitasnya. Untuk ukuran kopi asalan hanya Rp21 ribu/kg itu kualitas kering rata-rata hasil panen tahun lalu yang baru dijual.

Sedangkan kopi hasil panen tahun ini jika hasilnya langsung dijual maka harganya rata-rata hanya Rp19 ribu/kg karena kualitasnya atau kadar airnya masih tinggi.

Harga ditiap-tiap daerah juga berbeda. Di Way Tenong misalnya, harga kopi asalan Rp19.600/kg. “Di Way Tenong harga biji kopi asalan hanya Rp19.600/kg,” kata Deni warga Way Tenong.

Untuk mendapatkan nilai lebih, kata dia, maka sebagian petani di sekitar Way Tenong, Airhitam dan lainya saat ini mulai memberlakukan sistem petik merah.

Sebab biji kopi petik merah harganya bisa mencapai Rp35 ribu/kg namun sayang penampung yang mengolahnya masih terbatas. Sebab kopi petik merah sifatnya baru untuk dipasarkan dalam bentuk bubuk.

Sementara untuk wilayah sekitar Batuketulis hingga Liwa dan sekitarmya petani belum ada yang melakukan petik merah. Hal ini dikarenakan belum ada pihak yang siap menampungnya.

         lihat juga berita terkini lainnya di bawah ini :